Manajemen Qolbu
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH... (^_^)
Orang yang Ikhlas, Orang yang Menyembunyikan Amalannya... ^_^
Inilah saudaraku yang seharusnya kita ingat ketika melakukan suatu
amalan yaitu haruslah ikhlas. Dengan ikhlas-lah suatu amalan sholeh bisa
diterima di sisi Allah.
Ketahuilah bahwa amalan puasa adalah
rahasia antara hamba dan Rabbnya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah
hadits qudsi, “Setiap amalan manusia akan dilipatgandakan menjadi 10
hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah berfirman (yang
artinya): Kecuali amalan puasa. Amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri
yang akan membalasnya.” (HR. Muslim no. 1151).
Jika kita sudah
mengetahui hal ini, maka sudah sepatutnya orang yang ikhlas berusaha
untuk menyembunyikan amalan puasanya dengan berbagai cara sehingga orang
lain tidak mengetahuinya.
Lihatlah saudaraku apa yang
dilakukan oleh orang sholeh terdahulu. Ketika berpuasa, mereka meminyaki
jenggotnya, membasahi bibirnya sehingga orang-orang mengira bahwa
mereka tidak berpuasa. Artinya mereka ingin menjaga keikhlasan dengan
menyembunyikan amalannya.
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Jika salah
seorang di antara kalian berpuasa, maka hendaklah di pagi harinya dia
menyisir rambutnya, lalu meminyakinya. Hendaklah pula tangan kirinya
tidak mengetahui sedekah dari tangan kanannya. Hendaklah pula dia
mengerjakan shalat-shalat sunnah di rumahnya.”
Abu Tiyah juga
mengatakan, “Aku mendapati ayah dan kakekku yang masih hidup. Jika
berpuasa, di antara mereka ada yang memakai minyak dan mengenakan
pakaian yang indah.”
Begitu pula sebagian ulama salaf dulu ada
yang sudah berpuasa selama 40 tahun. Tidak ada seorang pun mengetahui
amalan puasa mereka.
Seorang salaf ini memiki toko di pasar.
Setiap harinya, dia membawa 2 roti dari rumahnya. Lalu dia keluar dari
rumahnya menuju tokonya di pasar. Di tengah perjalanan, dia
menyedekahkan 2 roti tadi. Anggota keluarganya mengira bahwa roti tadi
untuk dia makan di tokonya. Sedangkan orang-orang yang berada di pasar
mengira bahwa makanan tadi akan dimakan di rumahnya. Padahal salaf ini
sedang puasa. Itulah strateginya untuk menyembunyikan amalan puasanya.
Dan sangat jauh sikap kita dalam menyembunyikan amalan dibanding dengan
para salaf dahulu.
Orang yang berusaha menyembunyikan amalan
puasa seperti inilah yang bau mulutnya lebih harum dari minyak misk di
sisi Allah. Bau seperti ini akan terasa di dalam hati dan bau arwah yang
sangat harum ini akan dihirup dan akan nampak setelah kematian dan di
hari kiamat nanti.
Oleh karena itu, Abdullah bin Gholib ketika
dikubur, terasa semerbak bau kuburnya seperti bau minyak misk. Itulah
bau yang begitu harum karena tilawah Al Qur’an dan menahan lapar ketika
puasa. Sebagaimana terdapat dalam hadits: Orang-orang yang berpuasa akan
keluar dari kubur mereka dan bau harum mereka ini dikenali dari amalan
puasa mereka. Bau mulut mereka melebihi bau minyak misk.
Semoga Allah memberi kita Hidayah untuk ikhlas dalam beramal...
Aamiin... Aamiin... Aamiin... Ya Robbal... Alamin... ^_^
WA'ALAIKUMUSSALAM WAR0HMATULLOOHI WABAROKATUH... (^_^)
0 komentar:
Post a Comment